Tampilkan postingan dengan label ceracau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceracau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2016

Keinginan

Bernafas dan Bernyawa,
Bertahan untuk Hidup,
Memunculkan kemauan,
Sehingga berkebutuhan,
dan Pilihan.

Kiri atau Kanan,
Tuhan atau Setan,
Gelap atau Terang,
Iya atau Tidak.

Jika pada satu masa,
Aku Hilang.
Walau Suatu nanti,
Aku Ada.

Apakah kisah seperti itu yang aku cari,
atau Kisah ala Pecandu agama?

Tetap saja aku Gusar dan Bimbang,
menentukan Arah ini.
Untuk bertahan atau mati,
dan serta pada kesia - sian HIdup

Kamis, 21 Juli 2016

Minggu, 26 Juni 2016

Bumi dan Manusia

Bumi dan Manusia

Oleh: Saeful Fatah

Menurut Johann Wolfgang von Goethe: 3000 tahun lamanya manusia menggali pemikiranya terhadap fenomena yang terjadi, baik datang dari alam atau dari manusia itu sendiri. Sifat manusia yang skeptis terhadap perubahan lingkungan adalah salah satu faktornya. Disisi lain ini adalah proses transformasi peradaban yang terus berjalan dinamis bahkan hingga sekarang. Disetiap  era-nya selalu mewariskan budaya dan kekhasan berpandangan terhadap suatu masalah. Kemudian yang menarik adalah proses transisi kebudayaan lama ke kebudayan baru selalu mengundang perdebatan hebat antara kaum konservatif dan kaum pembaharu. Bukan tidak mungkin proses ini mengundang peristiwa sejarah – sejarah besar dunia dan menjadi penanda peralihan kebudayaan. Seperti halnya Revolusi Perancis (1789-1799) yang mengubah sudut pandang dunia terhadap budaya feodalistik yang dirasa tidak agi relevan dan logis untuk di jadikan budaya masyrakat dunia kedepan. Kemabali kepada era kontemporer ini rupanya banyak juga budaya atau kebiasaan yang harus kita koreksi bersama. Rupanya yang menjadi pusaran pemikiran penulis adalah keharusan tranformasi pemikiran manusia dalam memaknai relasi antara manusia dan bumi.  

Sejarah Ilmu pengetahuan dan Teknologi
Kelahiran Ilmu pengetahuan dan Teknologi adalah sebuah sejarah dan pergulatan panjang bagi manusia. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang kita rasakan bersama sekarang ini adalah proses pengejawantahan dari sulitnya manusia bertahan hidup terhadap tantangan Alam. Segala kemudahan hidup yang kita rasakan adalah atas kemajuan ilmu pengetahuan dan tenologi. Jika kita berpandangan lewat sejarah barat ilmu pengetahuan berangkat dari era Klasik, dimana ilmu pengetahuan belum menemukan tempat yang  mapan sebagai  jawaban dari segala fenomena alam. Namun banyak para pemikir di era itu yang menduga – duga dan mencoba menjawab segala misteri di alam semesta ini. salah satunya adalah Democritus yang menyampaikan teori kematerian yang kemudian kita kenal dengan teori atom. Ilmu pengetahuan sedikit demi sedikit mulai mendapatkan panggung pertunjukannya, walau pun belum ada pemisahan spesifik terhadap materi yang di kaji. di Abad Pertengahan, seorang pastur gereja bernama Nicolas Copernicus yang gemar melakukan perhitungan matematis terhadap perubahan bintang – bintang, menemukan teori baru tentang Matahari sebagai pusat perputaran planet Heliosentris. Pendapatnya bertentangan dengan greja yang waktu itu menyatakan bahwa Bumi adalah Pusat perputaran Planet Geosentris. Alhasil karna pendapatnya Nicolas Copenicus harus kehilangan nyawanya. Lalu baru di era Renaisains ilmu pengetahuan menjadi begitu tersohor dan menjadi tumpuan bagi manusia untuk bisa bertahan hidup.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan Teknologi, sedikit demi sedikit membuka pandangan manusia, menjadiakan budaya ilmiah sebagai Problem Solve atas tantangan kehidupan. Bergeser di era Modern – Postmodern ternyata memunculkan sebuah bentuk refleksi baru atas peran besar manusia terhadap perubahan bumi itu sendiri. Jika kita mengevaluasi serta memilah kembali terhadap sejarah dan kontribusi manusia terhadap pemanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Maka akan membentuk pandangan baru terhadap ambivalensi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bagai pedang bermata Dua yang bisa memberikan imbas positif atau negative. Ketidak selarasan relasi antara manusia (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan Bumi (Alam) adalah bentuk kegagalan manusia di era ini.

Fase  Ke-emasan
Berdasarkan review dari Film Dokumenter ilmiah yang berjudul Home 2009 karya Yaan Arthus –Bertrand. Bumi kini diperkirakan berumur 2 milyar tahun, dimana pada awal pembentukan kehidupan pertama di duga berasal dari mahluk hidup ber sel tunggal archabacteria , mahluk hidup purba sederhana yang mampu hidup di lingkungan yang sangat ekstrim. Pada kelahiran kedua dengan menurunya suhu bumi  munculah Algae yang mampu menangkap cahaya dan menyerap CO2 sehingga menghasilkan O2. Sehingga langit yang hampa hanya di penuhi karbon CO2, kini mulai terbentuk lapisan atmosfir yang kaya berbagai macam gas O3 (Ozon), N2 (Nitrogen), O2 (oksigen) dan gas lain yang mendukung kehidupan di bumi. Lapisan ini lah yang kemudian menjadi pelindung utama bumi dari ancaman luar semacam Meteor dan ateroid yang dapat membahayakan perkembangan kehidupan di dalamnya. Ditandai dengan lingkungan dan suhu bumi yang kian ramah untuk terciptanya kehidupan, bumi melahirkan bentuk kehidupan yang  tertinggi  yaitu “tanaman”. Tanaman adalah satu – satunya bentuk kehidupan yang mampu tumbuh melawan gravitasi dan mampu menangkap sinar matahari sehingga menghasilkan makanan yang  bukan hanya untuk dirinya saja, tetapi  untuk mahluk hidup di sekitarnya juga. Pada fase ini semua lingkaran keseimbangan mengalami masa ke-emasan. Udara yang baik untuk berkembang biak, tanah yang subur untuk tumbuh,  dan air yang jernih untuk dahaga kehidupan.

Kemunculan Manusia
Manusia diperkirakan ada sejak 200.000 tahun yang lalu, namun kemampuan manusia mampu mengubah tata kehidupan di dalam bumi. Coba bandingkan dengan umur bumi 2 milyar tahun, baru mampu merubah segala isisnya. Apakah benar manusia berasal dari proses evolusi kehidupan di bumi? Atau bisa saya simpulkan manusia adalah mahluk hidup yang berasal dari luar angkasa, dalam karangan fiksi sains di sebut alien. Pasalnya Jika dalam ilmu biologi manusia tergolong ke dalam kerajaan Animalia dan termasuk ke dalam hewan mamalia, yang artinya manusia adalah kerabat hewan dan memilki kesamaan. Kenyataanya manusia sangat berbeda dengan hewan apalagi dengan Tanaman. manusia di anugrahi akal yang kemudian terus menuntunya  untuk belajar dan menahlukan segala rintangan yang di berikan lingkungannya. Inilah yang kemudian menjadikan manusia mampu merubah isi bumi dalam waktu yang singkat.

ketika manusia sudah mulai metetap di suatu tempat dan mengenal cara bercocok tanam, manusia kini mulai beradab. Di berlakukan sistem sosial, hukum dan  perdagangan. Meski semua aturan itu masih sangat sederhana namun dari tahap ini manusia  (homo sapiens), memulai babak baru sebagai pemimpin kehidupan di bumi. Tanda perubahan kehidupan  bumi  oleh manusia ditandai dengan mulai ditemukanya sumber energi alam nonterbaharukan (minyak bumi, batu bara dan gas). Energi nonterbaharukan di gunakan untuk memenuhi keberlangsungan kehidupan manusia yang semakin kompleks. Ledakan jumlah penduduk dunia yang luar biasa berimbas pada eksploitas besar -besaran Sumber Daya Alam. Di bangun Jutaan sumur minyak dan tambang batu bara disetiap belahan bumi. Muncul apa yang disebut Revolusi Hijau dan Revolusi Industri  sebagai pengejawantahan dari kerakusan Manusia. Semuanya hanya di tujukan demi terciptanya kenyamanan dan kesejahteraan kehidupan manusia.

Fenomena di temukannya sumber energi dari dalam perut bumi yang dapat di gunakan untuk mempermudah segala aktivitas manusia, kini mengalami babak kritis. Dikarnakan sumber energi tersebut dapat habis dan tidak dapat di perbaharui. Kini wajah bumi di penuhi oleh kepulan asap industri, di penuhi emisi gas kendaraan serta asap pembakaran batu bara yang bersumber dari energi nonterbaharukan. Belum lagi dengan fenomena kebakaran hutan yang sedang melanda Indonesia. Alhasil atmosfir kini di penuhi gas CO2 yang kita ketahui bersama karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang mengakibatkan  pemanasan global. Pieter Tans, seorang peneliti senior dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Menyatakan bahwa Pada tahun 1956 level CO2  mencapai 315ppm, sedang pada tahun 2013 mencapai 400ppm. Kenaikannya lebih dari 80ppm hanya terjadi 55 tahun. Untuk membandingkan perubahan iklim seperti ini di masa lalu, Tans merujuk pada akhir Zaman Es, hingga membutuhkan 7.000 tahun lagi sampai level karbondioksida kembali naik sebesar 80 ppm. Ia pun menambahkan "Apa yang kita lihat saat ini adalah 100 persen akibat aktivitas manusia." Sunggung bisa di bayangkan bencana apa yang menanti kita saat ini. perubahan Iklim yang tak menentu, kenaikan suhu di udara dan bencan global lainya.

Hutan yang berisi pepohonan  dan segala bio difersitasnya kini terancam punah semata – mata demi kebutuhan manusia yang tak berbatas. Hutan yang dahulu  dijadikan sebagai filter gas karbon di atmosfir, buffer dari laju air dan shelter bagi mahluk hidup di sekitarnya, kini kian mengkhawatirkan. Akibat dari aktivitas ilegaloging, perluasan perkebunan monoculture, pembuatan perumahan dan pembangunan indutri. Yang semata – mata bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak ada batasnya. Bumi yang berjuta – juta tahun membentuk hutan kini akan lenyap hanya dalam beberapa ratus tahun atau bahkan beberapa puluh tahun kedepan.

Elemen dasar pembentuk kehidupan kini sudah mulai terganggu, keseimbangan mulai goyah dan keberlangsungan kehidupan di bumi kian kritis. Air tercemar oleh limbah berbahaya bagi kehidupan, udara tercemar oleh gas yang mengancam kehidupan, tanah semakin kering gersang tak lagi bisa di tanami dan  iklim yang tidak menetu dan menjadi sangat ekstrim. Masalah - masalah baru yang muncul tersebut, pada akhirnya akan di terima oleh manusia itu sendiri. Imbas negatifnya seperti bencana alam (banjir, longsor dan kekeringan), gagal panen, kelaparan, wabah penyakit baru, naiknya suhu permukaan bumi, naiknya permukaan air laut, menurunya populasi ikan dan berbagai bencana besar lainya.

Buka hanya soal relasi terhadap alam, kegagalan relasi manusia dengan manusia lainya juga nampak begitu jelas. Realita yang di jumpai di Indonesia dan Negara berkembang lainya bahwa semakin jelasnya jurang pemisah antara si miskin dan si kaya. Pemodal yang memiliki teknologi dan pengetahuan selalu mengisap dan menindas manusia lainya. Pendidikan yang belum mampu memerdekakan pemikian manusia namun harus di beli dengan harga mahal. Belum lagi biaya pengobatan yang mencekik rakyat kecil. Begitu satire manusia kini lebih menyukai sikap saling membenci, dari pada mencintai.

Re- konstruksi Pemikiran
Banyak yang bisa kita lakukan saat ini, di mulai dengan kebiasaan dan budaya baru yang ditanamkan pada sikap kita sehari – hari dalam memaknai bencana global ini. Manusia adalah bagian dari alam, Manusia tidak dapat melepaskan dirinya dari alam dimana ia hidup. Keselarasan antara manusia dan alam merupakan kunci keselarasan hidup manusia. Lingkungan menjadi salah satu variabel yang memengaruhi kehidupan manusia. Maka muncul sebuah istilah “Apa yang akan di tanam  manusia pada saat ini, manusia pula yang akan menuai hasilnya nanti”. Jika kita memperlakukan alam dengan baik maka kebaikan pula yang akan di berikan. Tetapi jika  sebaliknya, alam pun akan memberikan hasil yang buruk. Kita harus mengkoreksi dan mengevaluasi habis –habisan prilaku, sikap, budaya dan moral yang mengkar di dalam setiap nafas. Mulailah dari kebiasan kebiasaan kecil seperti menghemat energi, mengurangi penggunaan plastic, berjalan kaki atau bersepeda. Berapa KWH listrik yang anda gunakan setiap hari dan berapa jauh anda berkendara setiap hari? Sebuah pertanyaan sederhana namun aktivitas yang kadang jarang di perhatikan,  tanpa disadari telah mengarahkan nasib bumi ini menuju kehancuran.





Re-kontruksi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Berapa juta orang pandai dan berapa milyar manusia belajar di universitas ? apakah yang anda pelajari disana, untuk menjadi penyelamat atau menjadi penghancur? Ilmu ekonomi yang anda pelajari apakah hanya untuk memonopoli, Ilmu hukum yang anda geluti apakah hanya untuk memanipulasi, ilmu keguruan yang anda tahu apakah hanya untuk mengajarkan cara menjadi pengahncur, ilmu politik yang anda banggakan apakah hanya akan menjandi jalan menuju kehancuran. Ilmu pertanian yang anda praktikan apakah hanya untuk membangun perkebunan dan memperkaya diri???

Mari kita rubah konsep Ilmu pengetahuan dan pendidikan yang mampu mengarahkan manusia pada inovasi – inovasi pembaharuan energi yang ramah lingkungan. Banyak peluang yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan teknologi yang ramah lingkungan dan terbaharukan. Seperti Bio-diesel, Bio- etanol, Pembangkit listrik tenaga Surya, tenaga Angin, Geo Termal dan lain- lain. Sumber daya kita sangat banyak dan berpontesi di jadikan energi terbaharukan.

Menurut Kurniawan T Arif dalam Opininya yang berjudul Swadesi Energi “Terkait Indonesia, untuk keluar dari resiko keterbatasan energi, salah satu prasyarat utama yang mesti menjadi fokus penyiapan swadesi energi terbarukan adalah inovasi teknologi. Tentunya yang sesuai dengan karakter alam nusantara dan visibel secara bisnis. Dalam tahap ini, peranan peneliti dan tenaga ahli negeri ini sangat dibutuhkan untuk menyiapkan peta jalan ekosistem energi terbarukan di Indonesia. Semisal, teknologi panas bumi skala menengah yang cocok bagi sumber listrik di lombok dan sumbawa, atau teknologi turbin air yang cocok dengan sungai-sungai di Indonesia. Hal ini menjadi mutlak, agar peneliti kita menghasilkan invensi dan inovasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Indonesia, bukan negara lain, yang akhirnya seringkali -penelitian dan peneliti Indonesia- dibajak.

Selain itu, peran penting lainnya tentu datang dari Pemerintah. Suburnya penelitian dan bertumbuh banyaknya ‘kecambah’ tenaga ahli nan pintar di Indonesia, takkan berarti apa-apa tanpa ‘pupuk-pupuk’ seperti  insentif, kebijakan feed in tariff, perijinan yang cepat dan efisien hingga perlindungan (baca: keberpihakan) pada industri dalam negeri. Tentu kita tak mau kecambah tersebut mengalami dormansi. Negeri ini butuh banyak benih unggul para peneliti dan tenaga ahli. Namun, tanpa didukung tempat tumbuh dan perawatan yang sesuai, panen kemandirian energi pun takkan kunjung terjadi.”

Ribuan tahun terlewati apakah kita manusia pada akhirnya hanya akan melihat kelahiran kehancuran kehidupandi bumi? Tentu itu bukan lah mimpi yang di cita –citakan dari manusia terdahulu. Mulai dari sekarang kita harus mulai mereformasi mental penjajah yang ada dalam diri kita, budaya  over konsumsi yag tidak produktif dan budaya bermewah – mewahan yang mengarahkan pada kehancuran bumi. Saatnya kita belajar untuk merawat dan memperbaiki bumi ini, dengan hidup sederhana dan mengunakan segala sesuatunya sesuai kebutuhan.

“Tapi jangan lengah kawan
Di balik semua keindahan
Ada yang sembunyi tak kelihatan

Buka mata dan telinga
Bencana alam mengancam
Kapan saja… dia siap menerkam

Selamatkan bumi…selamatkan diri
Bekali dirimu dengan informasi”- Supermarket Bencana (Navicula)

Selasa, 16 Juni 2015

Kerentanan

Kerentanan

oleh: Saeful Fatah

Makna kesempurnaan di hamparan bumi yang bisa di jabarkan dengan kajian ilmiah dan juga bisa bersifat transendental adalah keseimbangan Alam Semesta. Bukan kemudian bermaksud mengkultuskan segala ada yang di alam adalah tuhan, dewa dan sesembahan yang patut di jadikan tempat meminta memutar nasib. Dalam ranah pemikiran intelektual, perkembangan ilmu pengetahuan dan isu bencana alam menjadi titik balik kesadaran utuh manusia dalam memaknai kondisi dan segala sesuatu yang ada pada alam. Dalam peta sejarah alam semesta manusia ada setelah semua bentuk kehidupan mengalami masa keemasan , dimana keseimbangan yang tanpa residu berjalan tanpa merugikan pihak manapun. Adanya manusia di bumi baik dari sudut Dogmatis dan ilmiah adalah bukan untuk kemudian menghisap seluruh kekayaan yang ada di setiap inchi, sudut dan ruang alam semesta itu sendiri. 

Semesta Raya
Semesta berisikan komponen – komponen yang satu dengan lainya saling melengkapi sehingga terbentuklah sebuah system sempurna.  Bahkan bagian – bagian terkecil dari system tersebut tidak ada yang sia – sia, kecoa sekalipun adalah komponen dari system sempurna. Siklus yang terkecil  terus terjadi bersatu dengan system yang sangat besar sehingga melahirkan siklus keseimbangan. Di dalam siklus keseeimbangan tersebut terdapat apa yang dinamakan chaos dan order. Ketika siklus yang teratur tidak bisa lagi menahan  keseimbangannya maka akan terjadi chaos untuk mengembalikan Order dan akan terus terjadi seperti itu, seakan – akan ada sebuah hukum yang tidak tertulis namun semua tunduk terhadapnya.

Dosa Manusia
Kelahiran manusia yang diiringi tangisan adalah kenyataan dan kelahiaran yang diiringi dengan harapan adalah Impian semata. Terlahir menjadi mahluk yang dipersenjatai lengkap (akal, naluri, emosi, nafsu), Menjadikan manusia adalah sejata penghancur bagi apapun yang menghadang di depanya termasuk keseimbangan alam semesta raya.

Kenyataan bahwa manusia menempatkan dirinya bukan sebagai spesies dari klasifikasi kerajaan mahluk hidup. Memberikan kasta yang tinggi bagi manusia dalam menentukan arah bagi keberlangsungan keseimbangan sempurna yang terbentuk miliaran tahun lalu. Pedang adalah akal sedangkan mempunyai dua sisi , Buku adalah budi, moral dan ajaran. Pedang akan di hunuskan kepada siapapun yang tidak sesuai dengan buku.

Manusia membawa akalnya lihai seperti angin, menciptakan system demi mengatur apa – apa yang ada di dalam semeta ini. Menciptakan system tandingan bagi system yang sudah ada. Arahnya sudah sangat jernih menjadikan kehidupan manusia sejahtera. Akal yang selalu terpusat pada manusia Antroposentris dengan sangat cepat membinasakan  rantai keseimbangan. Banyak paham – paham yang muncul sebagai anti tesis dari paham yang sudah eksis sebelumnya. Individualis, egois dan kebencian adalah ajaran terbaik bagi manusia abad ini.

Mungkin kita lupa, mungkin kita lalai atau mungkin kita tidak tahu terhadap kesalahan yang sudah menjadi kebiaasaan dan mungkin waktunya kita coba memperhatikan dengan apa yang mengelilingi kehidupan manusia saat ini. sudah tiba waktunya bagi kita menjemput freja dan mengembalikan keseburan cinta yang menerangi titik buta terhadap kebaikan  dan kebijaksanaan hidup manusia.




Rabu, 03 Juni 2015

Gerutu Sang Virus

Gerutu Sang - Virus

Oleh: Saeful Fatah

Aku melihat beberapa manusia bermahkotakan emas, permata dan bercucuran keringat darah. Berhiaskan  pakaian dari lembutnya dunia yang dirajut oleh penderitaan, kesepian dan kesakitan. Memandikan diri dengan cairan – cairan hitam yang di ambil dari tabungan alam jutaan tahun lamanya.  Bersenjatakan Bom Nuklir. menyeragamkan kehidupan kedalam pesakitan tanpa ampun.

Manusia Budak Kapitalisme, Kaptalime adalah monster berkedok manusia. setidaknya itu yang aku  tahu. Kapitalis menggerus rakus apa – apa yang di depanya hanya demi keinginan pribadinya. Bahwa aku meyakini mereka tahu semua dampak buruk  tindakanya dari hal kecil sampai hal besar. Tak ada yang lebih begitu hina bagi manusia jika mereka tau dan hanya berdiam, tersenyum dan tertawa. Maka hanya keberanian mu yang menyelamatkan dan menjauhkan diri dari ide – ide yang menyesatkan itu.
Siapakah kapitalis? Kita manusia adalah Kapitalis.

Dalam perumpamaan ku…
“Komplikasi! bumi dijangkiti virus yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Virus di Bumi adalah manusia. Bila virus sudah menyebar ke setiap inchi bumi . Virus harus dijinakan bila tidak mungkin untuk di musnahakan. Karna Virus menolak keras untuk di musnahkan. Karna virus memiliki senjata paling hebat yaitu akal. Akalnya menggeliat rakus melebihi tikus di lumbung.

Aku juga adalah Virus. Aku akan menempatkan diriku kedalam ruang penempa akal. Ruang yang diisi dengan tikungan tanjakan, perenungan jiwa yang mendalam dan pergulatan abadi dengan naluri membunuhku. Aku akan berevolusi menjadi Virus  Pembunuh bagi  Virus lainya.”

Kamis, 22 Januari 2015

Perasaan

Perasaan

Oleh: Saeful Fatah

Pernahkah nafas mu menjadi tak teratur dan sulit.
Jantungmu bederu kencang tak terbendung.
Pandanganmu kabur entah kemana.
Fikiran mu hanyut dalam hatimu.
Itu seperti jatuh cinta, tapi bukan itu yang kumaksud.

Adrenalin mu memuncak,
Otot mu kaku.
Gigi mu beradu,
Mata mu sinis tajam,
Itu seperti amarah, bukan itu yang aku maksud.

Pernahkah engkau merasa lesu.
Tubuh tak bertulang,
Air menetes dari mata,
Itu seperti duka, tapi bukan itu yang kumaksud.

Tapi sungguh aku menikmatinya. ‘
Perasaan yang meluap – luap dari hati.
Yang begitu dalam bagai samudra.
Begitu menakutkan bagai letusan berapi.
Begitu menawan bagai senja
Begitu damai bagai malam.

Perasaan itu membuat kita menjadi seorang manusia.
Menjadikan mu manusia yang semakin sempurna.

Manusia dan keserakahanya

Manusia dan keserakahanya

Oleh: Saeful Fatah

Dari sebuah kata Manusia, yang kata manusia itu sendiri adalah ciptaan dari manusia. Manusia adalah kita sendiri, binatang yang dapat berfikir untuk melampaui segalanya sebagai sifat dasar yaitu keserakahan. Salah satu sifat dasar manusia yang teramat luar biasa adalah keserakahan (sifat yang tak kenal puas). Dan sampai saat ini pun dengan apa yang kita gunakan, yang dapat dirasakan, yang kita alami adalah  buah dari keserakahan jika di pandang dari perspektif alamiah. Keserakahan menghasilkan apa yang di sebut karya cipta manusia, bentuk dari sebuah system yang akan terus menuntun kita pada proses perubahan kearah perbaikan (self building) atau kearah kehancuran (self destruction). Dengan begitu luar bisa manusia mejajah alam  untuk mencari jawaban dari segala hal yang masih menjadi misteri di dalam tempurung kepalanya dan sebagai pelepas dahaga akan kebutuhan bertahan hidup.

Ilmu Pengetahuan dan Seni adalah pencapaian prestasi besar manusia terhadap proses perubahan kehidupan di muka bumi ini. Karna memang pada dasarnya manusia lah yang hanya dapat melakukanya diantara mahluk yang lain. Ilmu pengetahuan dan seni menghasilkan Budaya, budaya menjadi cara hidup manusia sebagai mahluk superior. Bahkan manusia dengan tempat yang berbeda dan ras berbeda menghasilkan budaya yang berbeda. Ilmu pengetahuan dan seni akhirnya memasuki era di mana manusia berkeinginan untuk dapat  melampaui tuhan, penciptaan kemudian  mejadi sebuah pencapaian tertinggi terhadap ilmu pengetahuan dan seni yang berakar dari sifat keserakahn itu.

Yang begitu memukau dari semua karya manusia, tanpa di sadari akerekahan adalah pola dasar dimana manusia di paksa untuk bergerak secara dinamis agar dapat melakukan perubahan. Sifat yang ada sejak kita lahir. keinginan, mimpi, harapan adalah kekuatan yang menciptakan pukulan dahsyat menuju perubahan yang entah dampaknya kea rah mana. Begitulah keserakahan menciptakan kehidupan manusia yang begitu rumit. 

Mengerti

Mengerti

Oleh: Saeful Fatah

Aku ingin bicara tapi tidak dengan mulutku,
Aku ingin melihat tapi tidak dengan mataku,
Aku ingin mendengar tapi tidak dengan telingaku.
Karna Mulutku adalah dusta,
Karna mataku adalah hina,
Karna telingaku adalah rayuan setan.
Indra ku mengkhianati!!!

Pernahkah engkau berkata – kata tapi mulut mu terkunci,
Pernahkah melihat tapi matamu terpejam,
Pernahkah engkau mendengar di dalam kesunyian.
Di saat semuanya engkau nilai dari jiwa dan hati.

Maka disana terdapat keindahan.

Warisan Zaman

Warisan Zaman

oleh: Saeful Fatah

Aku lihat siang dan malam silih berganti, Matahari tidak kembali menyinari dan menghangatkan  jiwa yang rapuh akan kegelapan. Tirai malam adalah misteri yang tidak bisa di urai oleh akal. Jurang keputus asaan membentang  tidak berdasar. Zaman di mana apapun saru oleh kenyataan dan warisan peradaban. Masa lalu dan masa sekarang adalah campuran minuman kehidupan yang memabukan. Buaian kenikmatan dengan cengkaman kedukaan menjadi satu bagian yang salah satunya tak akan terpisahkan. Kebingungan menjadi bintang yang menghiasi langit sebgai arah kehidupanya.

Di Masa lalu dimana ajaran mistis dan batas kewajaran mendapatkan kilau emas, tempat  tertinggi dan kemulian. Ajaran diman manusia ber duyun – duyun menyembahnya. Di masa ilmu pengetahuan manusia mulai mendewakan dirinya atas kemampuanya yang sederajat dengan tuhan. Di masa kini di mana kemilau mistis dan akal manusia sebagai pedang penahluk bumi menjadi satu bagian yang membingungkan. Dua kebenaran yang tak bisa terbantahkan.

Dua kebenaran yang mengajarkan kebaikan hidup sekaligus keburukanya. Saling hujat anataranya menghasilkan perang yang tak ter gambarkan oleh dunia, hanya sisa kehancuran dunia yang mewariskan ide – ide untuk terus menghacurkanya.

kita hidup dalam kekacauan (Maha Kacau). 

Jumat, 21 November 2014

Dasar keinginan

Bukan iya atau tidak

oleh: Saeful Fatah

Secara pribadi aku mulai bertanya – Tanya dalam jiwaku yang paling dalam dari makna kehidupan. Bagaimana aku  melangkah, bagaimana aku bergerak, dan bagaimana??? Semuanya memeras ku. Aku berdiri dalam jurang keraguan, terbata – bata dalam mengartikan segala hal yang ku alami. Kelemahan ku yang semakin menjatuhakan jiwa ini ke dalam dasar dari tujuan hidupku. Namun aku sendiri tidak mampu mengartikan tujuan hidupku ini.

Semakin aku tenggelam dalam fikiran dan hatiku, semakin aku sulit mencari motivasi untuk bangkit. Dari bertanya kita mulai menuai bibit pencerahan. Namun segala jawaban saat ini yang ku temui adalah masih sangat abu – abu dari apa yg selama ini ku cari untuk memuaskan dahaga penyadaran hati dan fikiran ku.

Aku mengetahui bahwa dunia ini di bentuk dari berbagai fikiran manusia yang terimplementasi menjadi sebuah budaya dan cara hidup manusia. Apakah hidup ini hanya sebuah permainan fikiran dan kepentingan manusia. Entah lah???

Tapi aku mulai bercumbu dengan hal yang paling dasar dalam hidup ini yaitu kekosongan. Dimana dia melahirkan hitam dan putih. Relative adalah kebenaran dan kebenaran adalah relative, dunia di bentuk dari satu fikiran subjek yang diangkat menjadi sesuatu yg general. Ironis bukan, bahwa kebenaran hanyalah kebohongan belaka bahkan ilmu pengetahuan yang dasarnya adalah realita yang dapat dibuktikan dengan sempurna masih jauh dari kata kebenaran.

Gelap bukan lah gelap, putih juga bukan putih. Baik bukanlah baik, buruk bukanlah  buruk. Segalanya hanya ditentukan oleh presepsi individu. Bagaimana jika aku menjungkir balikan kenyataan bahwa yang buruk adalah baik atau yang baik adalah buruk. Kesimpulanya tetap sama manusia hanya sibuk dengan fikirannya sendiri. Aku terus mencari kebenaran namun tidak ada kebenara yang benar – benar aku cari.

Bolehlah aku di katakan orang yang tersesat dalam semesta jiwaku. Namun jika ku menyelami kembali lautan sejarah kehidupan manusia, bahwa ada hal yang selalu menuntunnya kedalam gelap dan terang. Hal itu tidak ku mengerti apa, kenapa seorang wanita yang memiliki paras seperti itu dikatan indah. Dan yang itu tidak indah. Kenapa manusia lebih memilih tertawa sebagai ungkapan senang. Jawabanya karna hanya (aku ingin- karna- ingin) semua presepsi dan keinginan di bentuk oleh kesadaran palsu yang kemudian disusupkan semasa kita menjalani liku – liku hidup.  Karna lingkungan membuat cara pandang hidup manusia berbeda – beda.

Sehingga pada akhirnya presepsi itu kita sebut dengan “hati kecil” keinginan yang berbisik lirih yang selalu menyatakan kebenaran bagi jiwanya. Jika ada dua wanita yang memiliki paras yang cantik dua-duanya hamper serupa terkadang kita memilih salah satunya. Kenapa harus salah satunya, kenapa tidak dua-duanya dan kenapa tidak sama sekali… entah faktor apa yang menyebabkan keyakinan meledak didalam jiwa untuk memilih wanita yang satunya. Logikapun menjadi tidak berarti, ilmupun mejadi takbertenaga menepisnya. Entah apa yang mungkin kalian sebut aku menyebutnya “hati kecil”.

Manusia akhirnya pantas bahwa disebut kertas yang kosong, diberikan warna oleh manusia yang dulunya kosong diberi warna oleh manusia berwarna terdahulu… manusia sekarang adalah manusia yang gagap manusia yang hanya termotivasi dari leluhurnya dari manusia lain. Tanpa berfikir dalam hakikat hidupnya untuk apa. (termasuk diriku) era kontemporer Dimana zaman lampau berbaur dengan era modern…. Keruetan – keruatan terus menjadi teman manusia yang berfikir. Tuhan yang selama ini kupercaya adalah dari hati kecilku, hidup yang ku jalani adalah dari hati kecilku.

Sekarang aku menyadari hidupku ada karna satu alasan…. Apa alasan itu hanya aku yang tahu. Dan apa alasan hidupmu hanya engkau yang tahu selamat mencari.

Pesan Alam

Pesan Alam

oleh: Saeful Fatah


Aku hidup di sampingmu.
Aku ada di dekatmu.
Kita hidup Bersama,
Berbagi Rasa.

Engkau boleh mengunakan ku.
Engkau boleh merusak wajah ku.
Manfaatkan aku untuk hidupmu.
Kuraslah hartaku untuk kesejahteranmu.

Jika semua isi di dalam tubuh ku habis….
Dan tubhku mulai membusuk,.. tragis

Jangan pernah menyalahkanku
Jangan pernah meduhku
Jangan pernah memfitnahku

Karna kalian yang menanam bibit kehancuran.
Aku hanya budak kalian.
Tapi aku juga punya aturan.

“Jika engkau merawatku, buah yg manis untukmu.
Jika engkau merusaku, buah yg busuk untukmu.”


www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net