Kerentanan
Makna kesempurnaan di hamparan bumi
yang bisa di jabarkan dengan kajian ilmiah dan juga bisa bersifat transendental
adalah keseimbangan Alam Semesta. Bukan kemudian bermaksud mengkultuskan segala
ada yang di alam adalah tuhan, dewa dan sesembahan yang patut di jadikan tempat
meminta memutar nasib. Dalam ranah pemikiran intelektual, perkembangan ilmu
pengetahuan dan isu bencana alam menjadi titik balik kesadaran utuh manusia
dalam memaknai kondisi dan segala sesuatu yang ada pada alam. Dalam peta
sejarah alam semesta manusia ada setelah semua bentuk kehidupan mengalami masa
keemasan , dimana keseimbangan yang tanpa residu berjalan tanpa merugikan pihak
manapun. Adanya manusia di bumi baik dari sudut Dogmatis dan ilmiah adalah
bukan untuk kemudian menghisap seluruh kekayaan yang ada di setiap inchi, sudut
dan ruang alam semesta itu sendiri.
Semesta
Raya
Semesta berisikan komponen –
komponen yang satu dengan lainya saling melengkapi sehingga terbentuklah sebuah
system sempurna. Bahkan bagian – bagian
terkecil dari system tersebut tidak ada yang sia – sia, kecoa sekalipun adalah
komponen dari system sempurna. Siklus yang terkecil terus terjadi bersatu dengan system yang
sangat besar sehingga melahirkan siklus keseimbangan. Di dalam siklus keseeimbangan
tersebut terdapat apa yang dinamakan chaos dan order. Ketika siklus yang
teratur tidak bisa lagi menahan
keseimbangannya maka akan terjadi chaos untuk mengembalikan Order dan
akan terus terjadi seperti itu, seakan – akan ada sebuah hukum yang tidak
tertulis namun semua tunduk terhadapnya.
Dosa
Manusia
Kelahiran manusia yang diiringi
tangisan adalah kenyataan dan kelahiaran yang diiringi dengan harapan adalah
Impian semata. Terlahir menjadi mahluk yang dipersenjatai lengkap (akal,
naluri, emosi, nafsu), Menjadikan manusia adalah sejata penghancur bagi apapun
yang menghadang di depanya termasuk keseimbangan alam semesta raya.
Kenyataan bahwa manusia menempatkan
dirinya bukan sebagai spesies dari klasifikasi kerajaan mahluk hidup.
Memberikan kasta yang tinggi bagi manusia dalam menentukan arah bagi
keberlangsungan keseimbangan sempurna yang terbentuk miliaran tahun lalu.
Pedang adalah akal sedangkan mempunyai dua sisi , Buku adalah budi, moral dan
ajaran. Pedang akan di hunuskan kepada siapapun yang tidak sesuai dengan buku.
Manusia membawa akalnya lihai
seperti angin, menciptakan system demi mengatur apa – apa yang ada di dalam
semeta ini. Menciptakan system tandingan bagi system yang sudah ada. Arahnya
sudah sangat jernih menjadikan kehidupan manusia sejahtera. Akal yang selalu
terpusat pada manusia Antroposentris
dengan sangat cepat membinasakan rantai
keseimbangan. Banyak paham – paham yang muncul sebagai anti tesis dari paham
yang sudah eksis sebelumnya. Individualis, egois dan kebencian adalah ajaran
terbaik bagi manusia abad ini.
Mungkin kita lupa, mungkin kita
lalai atau mungkin kita tidak tahu terhadap kesalahan yang sudah menjadi
kebiaasaan dan mungkin waktunya kita coba memperhatikan dengan apa yang
mengelilingi kehidupan manusia saat ini. sudah tiba waktunya bagi kita
menjemput freja dan mengembalikan
keseburan cinta yang menerangi titik buta terhadap kebaikan dan kebijaksanaan hidup manusia.

0 komentar:
Posting Komentar