Selasa, 16 Juni 2015

Kerentanan

Kerentanan

oleh: Saeful Fatah

Makna kesempurnaan di hamparan bumi yang bisa di jabarkan dengan kajian ilmiah dan juga bisa bersifat transendental adalah keseimbangan Alam Semesta. Bukan kemudian bermaksud mengkultuskan segala ada yang di alam adalah tuhan, dewa dan sesembahan yang patut di jadikan tempat meminta memutar nasib. Dalam ranah pemikiran intelektual, perkembangan ilmu pengetahuan dan isu bencana alam menjadi titik balik kesadaran utuh manusia dalam memaknai kondisi dan segala sesuatu yang ada pada alam. Dalam peta sejarah alam semesta manusia ada setelah semua bentuk kehidupan mengalami masa keemasan , dimana keseimbangan yang tanpa residu berjalan tanpa merugikan pihak manapun. Adanya manusia di bumi baik dari sudut Dogmatis dan ilmiah adalah bukan untuk kemudian menghisap seluruh kekayaan yang ada di setiap inchi, sudut dan ruang alam semesta itu sendiri. 

Semesta Raya
Semesta berisikan komponen – komponen yang satu dengan lainya saling melengkapi sehingga terbentuklah sebuah system sempurna.  Bahkan bagian – bagian terkecil dari system tersebut tidak ada yang sia – sia, kecoa sekalipun adalah komponen dari system sempurna. Siklus yang terkecil  terus terjadi bersatu dengan system yang sangat besar sehingga melahirkan siklus keseimbangan. Di dalam siklus keseeimbangan tersebut terdapat apa yang dinamakan chaos dan order. Ketika siklus yang teratur tidak bisa lagi menahan  keseimbangannya maka akan terjadi chaos untuk mengembalikan Order dan akan terus terjadi seperti itu, seakan – akan ada sebuah hukum yang tidak tertulis namun semua tunduk terhadapnya.

Dosa Manusia
Kelahiran manusia yang diiringi tangisan adalah kenyataan dan kelahiaran yang diiringi dengan harapan adalah Impian semata. Terlahir menjadi mahluk yang dipersenjatai lengkap (akal, naluri, emosi, nafsu), Menjadikan manusia adalah sejata penghancur bagi apapun yang menghadang di depanya termasuk keseimbangan alam semesta raya.

Kenyataan bahwa manusia menempatkan dirinya bukan sebagai spesies dari klasifikasi kerajaan mahluk hidup. Memberikan kasta yang tinggi bagi manusia dalam menentukan arah bagi keberlangsungan keseimbangan sempurna yang terbentuk miliaran tahun lalu. Pedang adalah akal sedangkan mempunyai dua sisi , Buku adalah budi, moral dan ajaran. Pedang akan di hunuskan kepada siapapun yang tidak sesuai dengan buku.

Manusia membawa akalnya lihai seperti angin, menciptakan system demi mengatur apa – apa yang ada di dalam semeta ini. Menciptakan system tandingan bagi system yang sudah ada. Arahnya sudah sangat jernih menjadikan kehidupan manusia sejahtera. Akal yang selalu terpusat pada manusia Antroposentris dengan sangat cepat membinasakan  rantai keseimbangan. Banyak paham – paham yang muncul sebagai anti tesis dari paham yang sudah eksis sebelumnya. Individualis, egois dan kebencian adalah ajaran terbaik bagi manusia abad ini.

Mungkin kita lupa, mungkin kita lalai atau mungkin kita tidak tahu terhadap kesalahan yang sudah menjadi kebiaasaan dan mungkin waktunya kita coba memperhatikan dengan apa yang mengelilingi kehidupan manusia saat ini. sudah tiba waktunya bagi kita menjemput freja dan mengembalikan keseburan cinta yang menerangi titik buta terhadap kebaikan  dan kebijaksanaan hidup manusia.




0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net