Warisan Zaman
oleh: Saeful Fatah
Aku lihat siang dan malam silih berganti, Matahari tidak
kembali menyinari dan menghangatkan jiwa
yang rapuh akan kegelapan. Tirai malam adalah misteri yang tidak bisa di urai
oleh akal. Jurang keputus asaan membentang
tidak berdasar. Zaman di mana apapun saru oleh kenyataan dan warisan
peradaban. Masa lalu dan masa sekarang adalah campuran minuman kehidupan yang
memabukan. Buaian kenikmatan dengan cengkaman kedukaan menjadi satu bagian yang
salah satunya tak akan terpisahkan. Kebingungan menjadi bintang yang menghiasi
langit sebgai arah kehidupanya.
Di Masa lalu dimana ajaran mistis dan batas kewajaran
mendapatkan kilau emas, tempat tertinggi
dan kemulian. Ajaran diman manusia ber duyun – duyun menyembahnya. Di masa ilmu
pengetahuan manusia mulai mendewakan dirinya atas kemampuanya yang sederajat
dengan tuhan. Di masa kini di mana kemilau mistis dan akal manusia sebagai
pedang penahluk bumi menjadi satu bagian yang membingungkan. Dua kebenaran yang
tak bisa terbantahkan.
Dua kebenaran yang mengajarkan kebaikan hidup sekaligus
keburukanya. Saling hujat anataranya menghasilkan perang yang tak ter gambarkan
oleh dunia, hanya sisa kehancuran dunia yang mewariskan ide – ide untuk terus
menghacurkanya.
kita hidup dalam kekacauan (Maha Kacau).

0 komentar:
Posting Komentar