Bumi
Manusia dengan segala upayanya selalu berusaha mencari tahu tentang asal –usul kehidupan di bumi ini. Bisa dikatakan berawal dari zaman filsafat klasik, dimana ilmu pengetahuan belum menemukan tempat yang mapan sebagai jawaban dari segala fenomena alam. Namun banyak para pemikir yang menduga – duga dan menjawab segala misteri di alam semesta ini. Bergeser di era kontemporer ini dimana ilmu pengetahuan menjadi jawaban tertinggi atas fenomena alam yang terjadi, manusia mengejawantahkan dirinya menjadi mahluk teratas dari semua bentuk kehidupan yang ada di bumi.
Bumi kini diperkirakan berumur 2 milyar tahun, dimana pada awal pembentukan kehidupan pertama di duga berasal dari mahluk hidup ber sel tunggal archabacteria , mahluk hidup sederhana yang mampu hidup di lingkungan yang sangat ekstrim. Pada kelahiran kedua dengan menurunya suhu bumi munculah ganggang yang mampu menangkap cahaya dan menyerap CO2 dan menghasilkan O2, sehingga langit yang hampa hanya di penuhi karbon di oksida kini terbentuk lapisan atmosfir yang kaya berbagai macam gas O3 (Ozon), N2 (Nitrogen), O2 (oksigen) dan gas lain yang mendukung kehidupan di bumi. lahirlah lapisan – lapisan gas yang menjaadi pelindung bumi. Lapisan ini lah yang kemudian menjadi pelindung utama bumi dari ancaman yang dapat membahayakan perkembangan kehidupan di dalamnya. Ditandai dengan lingkungan dan suhu bumi yang kian ramah untuk terciptanya kehidupan, bumi melahirkan bentuk kehidupan yang tertinggi yaitu “tanaman”. Tanaman adalah satu – satunya bentuk kehidupan yang mampu tumbuh melawan gravitasi dan mampu menangkap sinar matahari sehingga menghasilkan makanan yang bukan hanya untuk dirinya saja tetapi untuk mahluk hidup di sekitarnya. Pada fase ini semua lingkaran keseimbangan mengalami masa ke-emasan. Udara yang baik untuk berkembang biak, tanah yang subur untuk tumbuh, dan air yang jernih untuk dahaga kehidupan.
Maka ketika manusia pertama kali lahir, bumi mengalami fase baru. Manusia diperkirakan ada sejak 200.000 tahun yang lalu namun kemampuan manusia mampu mengubah tata kehidupan di dalam bumi, sungguh singkat dan luar biasa. coba bandingkan dengan umur bumi 2 milyar tahun baru mampu merubah segala isisnya. Apakah benar manusia berasal dari proses evolusi kehidupan di bumi? Atau bisa saya simpulkan manusia adalah mahluk hidup yang berasal dari luar angkasa atau dalam karangan fiksi sains di sebut alien.
Jika dalam ilmu biologi manusia tergolong ke dalam kerajaan Animalia dan termasuk ke dalam hewan mamalia yang berarti manusia adalah kerabat hewan dan memilki kesamaan. tapi kenyataanya manusia sangat berbeda dengan hewan manusia di anugrahi akal yang kemudian terus menuntunya untuk belajar dan menahlukan segala rintangan yang di berikan lingkungannya, sehingga ia dapat bertahan hidup. ketika manusia sudah mulai metetap di suatu tempat dan mengenal cara bercocok tanam, manusia kini mulai beradab. Di berlakukan system social, hukum dan perdagangan walaupun semua aturan itu masih sangat sederhana namun dari tahap ini manusia (homo sapiens) memulai babak baru sebagai pemimpin kehidupan di bumi. Tanda perubahan kehidupan bumi oleh manusia ditandai dengan mulai ditemukanya sumber energi alam ; minyak bumi, batu bara dan gas. Semua sumber energy itu di gunakan untuk memenuhi keberlangsungan kehidupan manusia yang semakin kompleks di tambah dengan ledakan jumlah penduduk dunia yang luar biasa. Ratusan, ribuan, jutaan sumur – sumur minyak dan tambang batu bara di bangun disetiap belahan bumi. Semuanya hanya di tujukan demi terciptanya kenyamanan dan kesejahteraan kehidupan manusia.
Fenomena di temukannya sumber energy dari dalam prut bumi yang dapat di gunakan untuk mempermudah segala aktivitas manusia kini mengalami babak kritis. Dikarnakan sumber energy tersebut dapat habis dan tidak dapat di perbaharui. Bagai sebuah negri dongeng, Setiap Negara yang memilki sumur – sumur minyak yang melimpah dapat memutar balik kehidupan negaranya. Seperti acara pentas sulap yang dapat merubah segalanya dengan instan, minyak dapat merubah Negara yang miskin menjadi Negara adi daya. Tengoklah Dubai, bukan saja menjaadi Negara adi daya namun bahkan mampu melawan fenomena alam seperti membangun pulau buatan di atas lautan. Kini wajah bumi di penuhi oleh kepulan asap industry, di penuhi emisi gas kendaraan dan kepulan asap pembakaran batu bara yang melepas gas Karbon di oksida.
Hutan yang berisi pepohonan dan segala bio difersitasnya kini terancam punah semata – mata demi kebutuhan manusia yang tak berbatas. Hutan yang dahulu dijadikan sebagai filter gas karbon di atmosfir, buffer dari laju air dan shelter bagi mahluk hidup di sekitarnya, kini kian mengkhawatirkan di karnakan aktivitas ilegaloging, perluasan perkebunan, pembuatan perumahan dan pembangunan indutri yang semata – mata bertujuan untuk keber langsungan kehidupan manusia. Bumi yang berjuta – juta tahun membentuk hutan kini akan lenyap hanya dalam beberapa ratus tahun atau bahkan beberapa puluh tahun kedepan.
Elemen dasar pembentuk kehidupan kini sudah mulai terganggu, keseimbangan mulai goyah dan keberlangsungan kehidupan di bumi kian kritis. Air tercemar oleh limbah berbahaya bagi kehidupan, udara tercemar oleh gas yang mengancam kehidupan, tanah semakin kering gersang tak lagi bisa di tanami dan iklim yang tidak menetu, tidak bisa di prediksi dan menjadi sangat ekstrim. Menghasilkan masalah baru yang pada akhirnya manusia lah menerima imbas negatifnya seperti bencana alam (banjir, longsor dan kekeringan), gagal panen, kelaparan, wabah penyakit baru, naiknya suhu permukaan bumi, naiknya permukaan air laut, menurunya populasi ikan dan berbagai bencana besar lainya.
Ribuan tahun terlewati apakah kita manusia pada akhirnya hanya akan melihat kelahiran kehancuran kehidupandi bumi? Tentu itu bukan lah mimpi yang di cita –citakan dari manusia terdahulu. Sehaaaarusnya mulai dari sekarangkita mulai mereformasi mental penjajah yang ada dalam diri kita, budaya over konsumsi yag tidak produktif dan budaya bermewah – mewahan yang mengarahkan pada kehancuran bumi. Saatnya kita belajar untuk merawat dan memperbaiki bumi ini, dengan hidup sederhana dan mengunakan segala sesuatunya sesuai kebutuhan.
Berapa KWH listrik yang anda gunakan setiap hari dan berapa jauh anda berkendara setiap hari?sebuah pertanyaan sederhana namun semua aktivitas yang menggunakan energy dari bumi tanpa disadari telah mengarahkan nasib bumi ini menuju kehancuran.
Berapa juta orang pandai dan berapa milyar manusia belajar di universitas ? apakah yang anda pelajari disana untuk menjadi penyelamat atau menjadi penghancur. Ilmu ekonomi yang anda pelajari apakah hanya untuk memonopoli, Ilmu hukum yang anda geluti apakah hanya untuk memanipulasi, ilmu keguruan yang anda tahu apakah hanya untuk mengajarkan cara menjadi pengahncur, ilmu politik yang anda banggakan apakah hanya akan menjandi jalan menuju kehancuran. Ilmu pertanian yang anda praktikan apakah hanya untuk membangun perkebunan dan memperkaya diri???
Sadarlah bahwa kini kita berada di ujung kehancuran, saatnya kita belajar dan berinovasi untuk merawat bumi dan menciptakan sumber energy yang ramah dan dapat di perbaharui.

0 komentar:
Posting Komentar