Rabu, 03 Juni 2015

Gerutu Sang Virus

Gerutu Sang - Virus

Oleh: Saeful Fatah

Aku melihat beberapa manusia bermahkotakan emas, permata dan bercucuran keringat darah. Berhiaskan  pakaian dari lembutnya dunia yang dirajut oleh penderitaan, kesepian dan kesakitan. Memandikan diri dengan cairan – cairan hitam yang di ambil dari tabungan alam jutaan tahun lamanya.  Bersenjatakan Bom Nuklir. menyeragamkan kehidupan kedalam pesakitan tanpa ampun.

Manusia Budak Kapitalisme, Kaptalime adalah monster berkedok manusia. setidaknya itu yang aku  tahu. Kapitalis menggerus rakus apa – apa yang di depanya hanya demi keinginan pribadinya. Bahwa aku meyakini mereka tahu semua dampak buruk  tindakanya dari hal kecil sampai hal besar. Tak ada yang lebih begitu hina bagi manusia jika mereka tau dan hanya berdiam, tersenyum dan tertawa. Maka hanya keberanian mu yang menyelamatkan dan menjauhkan diri dari ide – ide yang menyesatkan itu.
Siapakah kapitalis? Kita manusia adalah Kapitalis.

Dalam perumpamaan ku…
“Komplikasi! bumi dijangkiti virus yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Virus di Bumi adalah manusia. Bila virus sudah menyebar ke setiap inchi bumi . Virus harus dijinakan bila tidak mungkin untuk di musnahakan. Karna Virus menolak keras untuk di musnahkan. Karna virus memiliki senjata paling hebat yaitu akal. Akalnya menggeliat rakus melebihi tikus di lumbung.

Aku juga adalah Virus. Aku akan menempatkan diriku kedalam ruang penempa akal. Ruang yang diisi dengan tikungan tanjakan, perenungan jiwa yang mendalam dan pergulatan abadi dengan naluri membunuhku. Aku akan berevolusi menjadi Virus  Pembunuh bagi  Virus lainya.”

Kamis, 05 Maret 2015

Selaras Dengan Alam

Selaras Dengan Alam

oleh: Saeful Fatah

Bertolak dari Sejarah kehidupan manusia di Bumi, pada mulanya manusia untuk mempertahankan kehidupanya melakukan kegiatan Berburu dan Meramu (Food Gathering)/Mengumpulkan Makanan. Dimana daerah yang mereka tempati harus memberikan persediaan yang cukup untuk keberlangsungan hidupnya. oleh karna itu manusia selalu berpindah – pindah tempat  atau biasa di sebut pengembara (Nomaden).  Pada zaman ( antara 8000-5000 SM) manusia yang sudah berhasil memanfatkan alam untuk keberlangsungan hidupnya, dalam hal ini adalah bercocok Tanam dan Berternak. manusia mulai menetap pada satu kawasan yang dekat dengan sumber –sumber air. kemudian  Bisa disimpulkan manusia terdahulu  sangat bergantung terhadap alam dalam mempertahankan kehidupanya. 

Bisa Kita sebutkan bersama dalam lingkungan yang kita tempati terdapat berbagai mahluk hidup (Biotik) yang terdiri dari flora dan fauna serta benda mati (abiotik) seperti air, udara dan tanah. Dimana kaitan antara Biotik dan Abiotik adalah satu kesatuan yang membangun keberlangsungan kehidupan. sehingga terjadilah timbal balik mahluk hidup  dengan lingkunganya (ekosistem). Ketika salah satu elemen dasar penyusun ekosistem hilang ,mengakibatkan terganggunya keseimbangan kehidupan  yang dampaknya akan langsung terasa pada manusia sebagai salah satu komponen di dalam ekosistem. 

Manusia adalah bagian dari alam, Manusia tidak dapat melepaskan dirinya dari alam dimana ia hidup. Keselarasan antara manusia dan alam merupakan kunci keselarasan hidup manusia. Lingkungan menjadi salah satu variabel yang memengaruhi kehidupan manusia. Manusia menjadi mahluk hidup yang sangat istimewa karna dianughrahi akal sehingga memiliki tanggung jawab yang besar terhadap nasib lingkungan hidupnya. Maka muncul sebuah istilah “Apa yang akan di tanam  manusia pada saat ini maka manusia pula yang akan menuai hasilnya”. Jika kita memperlakukan alam dengan baik maka kebaikan pula yang akan di berikan tetapi jika  sebaliknya alam pun akan memberikan hasil yang buruk. Bencana alam, Erosi dan Banjir  adalah bukti bahwa kita tidak hidup selaras dengan alam.  Manusia pun dapat mempengaruhi lingkungan demi kemajuan dan kesejahteraan hidupnya. Namun kadang yang terjadi adalah eksploitasi alam yang berlebihan demi kepentingan segelintir Manusia, yang malah akibat buruknya dirasakan langsung oleh banyak Manusia.

Di Abad 21 Sebagian besar manusia yang hidup dan berkembang di perkotaan mulai tidak mengenal dirinya. Tidak lagi mengenal hakikatnya sebagai mahluk  alamiah yang  hidup berdampingan dengan alam. Hal ini bisa terlihat dengan tatanan perkotaan yang tidak berlandaskan konsep ramah lingkungan. Betonisasi menjadi ciri kemajuan pembangunan manusia, semakin gedung menjulang tinggi dan semakin banyak, menadakan kematangan pembangunan manusia. Kekinian Fenomena pembangunan tidak ramah lingkungan ini menjadi suatu icon besar bagi suatu bangsa terhadap ukuran berkebudayaan dan ilmu pengetahuan. Sehingga setiap bangsa dan negara seakan – akan berlomba mebangun gedung yang bisa menyentuh ujung langit. Imbas dari pembangunan yang tidak ramah lingkungan ini bukan hanya berimbas pada berbagai bencana alam. Henry Thomas Bucle mentakan bahwa iklim, tanaman, dan tanah saling berkaitan dalam memengaruhi karakter dan sifat manusia. Kegelisahan – kegelisahan akan sesuatu yang bersifat materi menjadi masalah yang tidak pernah ber ujung.
RTH (Ruang Terbuka Hijau) adalah Salah satu jalan keluar pembangunan di perkotaan, demi tetap terjaganya Hubungan Manusia dengan lingkungan dalam hal ini alam. Aturan mengenai penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5/PRT/M/2008. Sudah diatur bahwa RTH harus ada 30% - 40% dari total seluruh kawasan perkotaan  Ruang Terbuka Hijau ini di rasa sangat di butuhkan demi menjamin Aktifitas kehidupan manusia di Perkotaan baik dari sisi spritual, edukasi dan entertain. Banyak sekali Fungsi RTH dalam kehidupan Manusia dapat di bagi menjadi Fungsi Intrinsik dan Fungsi Ekstrinsik

Fungsi Intrinsik (Fungsi Ekologis) diantaranya; memberi jaminan pengadaan RTH menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara (paru-paru kota), pengatur iklim mikro agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar, sebagai peneduh, produsen oksigen, penyerap air hujan, penyedia habitat satwa, penyerap polutan media udara, air dan tanah, serta, penahan angin.   

Fungsi ekstrinsik (Fungsi sosial dan budaya, Fungsi ekonomi dan Fungsi estetika) diantaranya : 
1)Fungsi sosial dan budaya; menggambarkan ekspresi budaya local, merupakan media komunikasi warga kota, tempat rekreasi; wadah dan objek pendidikan, penelitian, dan pelatihan dalam mempelajari alam. 

2) Fungsi ekonomi ; sumber produk yang bisa dijual, seperti tanaman bunga, buah, daun, sayur mayor, bisa menjadi bagian dari usaha pertanian, perkebunan, kehutanan dan lain-lain. 

3) Fungsi estetika ; meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan kota baik dari skala mikro: halaman rumah, lingkungan permukimam, maupun makro: lansekap kota secara keseluruhan, menstimulasi kreativitas dan produktivitas warga kota, pembentuk faktor keindahan arsitektural, menciptakan suasana serasi dan seimbang antara area terbangun dan tidak terbangun. 

Kesadaran Keselaran hidup dengan alam sekarang ini perlu kita gali dari setiap kebudayaan terdahulu. Tiap – tiap budaya yang sudah melekat dan mengakar lama pada kehidupan bangsa kita, selalu mengajarkan hidup selaras dengan alam. Budaya hidup selaras dengan alam harus di jadikan sebagai model pembangunan manusia di Era ini. sehingga dapat mendamaikan hubungan manusia dengan Lingkungan (Alam). Terwujudnya Ruang Terbuka Hijau pun bukan saja tugas aparatur Negara, tapi tugas setiap manusia yang menempati lingkungannya. Maka kesadaran akan pentingnya hidup selaras dengan alam harus ditumbuhkan sejak dini dengan tidak mengindahkan berbagai kearifan local yang sudah ada.   

Senin, 23 Februari 2015

Arus Informasi dan komunikasi Abad 21

Arus Informasi dan komunikasi Abad 21

Oleh: Saeful Fatah

Ada hal yang sangat unik di era ini, dalam memaknai komunikasi yang terpaut jara dan waktu. Sebagai pengaruh dari kemajuan teknologi, kini komunikasi tidak lagi terhalang oleh ruang, jarak dan waktu. Manusia di belahan Bumi utara dengan sangat mudah berkomunikasi dengan manusia belahan bumi manapun. mampu saling menukar kata – kata baik lewat pesan singkat, menggunakan pesan suara dan bahkan dapat bertatap muka.  Sungguh menakjubkan jutaan informasi dan data dapat di kirim dengan mudah, Dalam satu detik entah berapa juta data berpindah. Tentu hal ini sangat membantu sekali dalam memenuhi kebutuhan manusia akan informasi dan komukasi.

Namun ada hal yang sangat kontra diktif dibalik kemudahan dan hal instan dalam proses transfer informasi dan komunikasi. Ada beberapa hal fundamental yang tergerus oleh menghilangya ruang dimana bentuk fisik manusia dapat bertemu secara langsung, dimana jarak menghalangi komunikasi yang akhirnya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyampaikan informasi. Jika kita menilik lagi sejarah lampau manusia, perkembangan, kemajuan dan pembangunan tidak akan pernah lepas dari yang di sebut komunikasi. Di zaman ketika komunikasi tidak semudah sekarang, manusia memaknai komunikasi adalah sebuah bentuk syukur, seni, budaya dan sesuatu yang dalam.

Dalam sebuah contoh jika sepasang kekasih yang terpisah oleh  jarak dan waktu menyampaikan komunikasi dengan begitu sulit. Jika si pria mengirimkan surat kepada kekasih hatinya, surat itu berisi lebih dari satu penafsiran  karna memaknai komunikasinya dengan teramat dalam. Butuh waktu yang sangat lama si wanita untuk menerima surat dari kekasihnya.

Hal yang menarik yang bisa kita tarik dari hal ini bukan hanya mengenai makna yang mendalam dalam berkomunikasi karna begitu terlampau sulitnya. Tapi ada pertemuan secara fisik yang sangat dihargai.

Namun ketika kita kembali pada era serba instan dan mudah, komunikasi manusia mulai sedikit demi sedikit kehilangan rasa penghargaaanya terhadap pertemuan dengan manusia lainnya. Manusia lebih disibukan dengan alat komunikasinya dengan manusia di belahan bumi lain. Dari pada menghargai manusia yang ada di sekitarnya. Sikap apatis terhadap lingkungannya tumbuh dengan subur. Bahkan mungkin dia tidak pernah mengenal seseorang di dekat rumahnya atau  teman kelasnya.

Gejala seperti ini biasa disebut dengan “Demam Dunia Maya” manusia dapat dengan mudah berbicara apapun, memalsukan identitas diri, memungkinkan terror dengan mudah dan bahkan sampai terjadi penipuan yang merugikan. di era komunikasi instan jiwa manusia menjadi begitu lemah. Sifat yang muncul adalah selalu merasa cermas, aktualisasi diri yang berlebihan, kehilangan rasa percaya diri, tidak ada rasa keberanian, bergesernya nilai, menghilangnya kearifan budaya.



Kamis, 22 Januari 2015

Perasaan

Perasaan

Oleh: Saeful Fatah

Pernahkah nafas mu menjadi tak teratur dan sulit.
Jantungmu bederu kencang tak terbendung.
Pandanganmu kabur entah kemana.
Fikiran mu hanyut dalam hatimu.
Itu seperti jatuh cinta, tapi bukan itu yang kumaksud.

Adrenalin mu memuncak,
Otot mu kaku.
Gigi mu beradu,
Mata mu sinis tajam,
Itu seperti amarah, bukan itu yang aku maksud.

Pernahkah engkau merasa lesu.
Tubuh tak bertulang,
Air menetes dari mata,
Itu seperti duka, tapi bukan itu yang kumaksud.

Tapi sungguh aku menikmatinya. ‘
Perasaan yang meluap – luap dari hati.
Yang begitu dalam bagai samudra.
Begitu menakutkan bagai letusan berapi.
Begitu menawan bagai senja
Begitu damai bagai malam.

Perasaan itu membuat kita menjadi seorang manusia.
Menjadikan mu manusia yang semakin sempurna.

Manusia dan keserakahanya

Manusia dan keserakahanya

Oleh: Saeful Fatah

Dari sebuah kata Manusia, yang kata manusia itu sendiri adalah ciptaan dari manusia. Manusia adalah kita sendiri, binatang yang dapat berfikir untuk melampaui segalanya sebagai sifat dasar yaitu keserakahan. Salah satu sifat dasar manusia yang teramat luar biasa adalah keserakahan (sifat yang tak kenal puas). Dan sampai saat ini pun dengan apa yang kita gunakan, yang dapat dirasakan, yang kita alami adalah  buah dari keserakahan jika di pandang dari perspektif alamiah. Keserakahan menghasilkan apa yang di sebut karya cipta manusia, bentuk dari sebuah system yang akan terus menuntun kita pada proses perubahan kearah perbaikan (self building) atau kearah kehancuran (self destruction). Dengan begitu luar bisa manusia mejajah alam  untuk mencari jawaban dari segala hal yang masih menjadi misteri di dalam tempurung kepalanya dan sebagai pelepas dahaga akan kebutuhan bertahan hidup.

Ilmu Pengetahuan dan Seni adalah pencapaian prestasi besar manusia terhadap proses perubahan kehidupan di muka bumi ini. Karna memang pada dasarnya manusia lah yang hanya dapat melakukanya diantara mahluk yang lain. Ilmu pengetahuan dan seni menghasilkan Budaya, budaya menjadi cara hidup manusia sebagai mahluk superior. Bahkan manusia dengan tempat yang berbeda dan ras berbeda menghasilkan budaya yang berbeda. Ilmu pengetahuan dan seni akhirnya memasuki era di mana manusia berkeinginan untuk dapat  melampaui tuhan, penciptaan kemudian  mejadi sebuah pencapaian tertinggi terhadap ilmu pengetahuan dan seni yang berakar dari sifat keserakahn itu.

Yang begitu memukau dari semua karya manusia, tanpa di sadari akerekahan adalah pola dasar dimana manusia di paksa untuk bergerak secara dinamis agar dapat melakukan perubahan. Sifat yang ada sejak kita lahir. keinginan, mimpi, harapan adalah kekuatan yang menciptakan pukulan dahsyat menuju perubahan yang entah dampaknya kea rah mana. Begitulah keserakahan menciptakan kehidupan manusia yang begitu rumit. 

Mengerti

Mengerti

Oleh: Saeful Fatah

Aku ingin bicara tapi tidak dengan mulutku,
Aku ingin melihat tapi tidak dengan mataku,
Aku ingin mendengar tapi tidak dengan telingaku.
Karna Mulutku adalah dusta,
Karna mataku adalah hina,
Karna telingaku adalah rayuan setan.
Indra ku mengkhianati!!!

Pernahkah engkau berkata – kata tapi mulut mu terkunci,
Pernahkah melihat tapi matamu terpejam,
Pernahkah engkau mendengar di dalam kesunyian.
Di saat semuanya engkau nilai dari jiwa dan hati.

Maka disana terdapat keindahan.

Warisan Zaman

Warisan Zaman

oleh: Saeful Fatah

Aku lihat siang dan malam silih berganti, Matahari tidak kembali menyinari dan menghangatkan  jiwa yang rapuh akan kegelapan. Tirai malam adalah misteri yang tidak bisa di urai oleh akal. Jurang keputus asaan membentang  tidak berdasar. Zaman di mana apapun saru oleh kenyataan dan warisan peradaban. Masa lalu dan masa sekarang adalah campuran minuman kehidupan yang memabukan. Buaian kenikmatan dengan cengkaman kedukaan menjadi satu bagian yang salah satunya tak akan terpisahkan. Kebingungan menjadi bintang yang menghiasi langit sebgai arah kehidupanya.

Di Masa lalu dimana ajaran mistis dan batas kewajaran mendapatkan kilau emas, tempat  tertinggi dan kemulian. Ajaran diman manusia ber duyun – duyun menyembahnya. Di masa ilmu pengetahuan manusia mulai mendewakan dirinya atas kemampuanya yang sederajat dengan tuhan. Di masa kini di mana kemilau mistis dan akal manusia sebagai pedang penahluk bumi menjadi satu bagian yang membingungkan. Dua kebenaran yang tak bisa terbantahkan.

Dua kebenaran yang mengajarkan kebaikan hidup sekaligus keburukanya. Saling hujat anataranya menghasilkan perang yang tak ter gambarkan oleh dunia, hanya sisa kehancuran dunia yang mewariskan ide – ide untuk terus menghacurkanya.

kita hidup dalam kekacauan (Maha Kacau). 
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net