Senin, 23 Februari 2015

Arus Informasi dan komunikasi Abad 21

Arus Informasi dan komunikasi Abad 21

Oleh: Saeful Fatah

Ada hal yang sangat unik di era ini, dalam memaknai komunikasi yang terpaut jara dan waktu. Sebagai pengaruh dari kemajuan teknologi, kini komunikasi tidak lagi terhalang oleh ruang, jarak dan waktu. Manusia di belahan Bumi utara dengan sangat mudah berkomunikasi dengan manusia belahan bumi manapun. mampu saling menukar kata – kata baik lewat pesan singkat, menggunakan pesan suara dan bahkan dapat bertatap muka.  Sungguh menakjubkan jutaan informasi dan data dapat di kirim dengan mudah, Dalam satu detik entah berapa juta data berpindah. Tentu hal ini sangat membantu sekali dalam memenuhi kebutuhan manusia akan informasi dan komukasi.

Namun ada hal yang sangat kontra diktif dibalik kemudahan dan hal instan dalam proses transfer informasi dan komunikasi. Ada beberapa hal fundamental yang tergerus oleh menghilangya ruang dimana bentuk fisik manusia dapat bertemu secara langsung, dimana jarak menghalangi komunikasi yang akhirnya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyampaikan informasi. Jika kita menilik lagi sejarah lampau manusia, perkembangan, kemajuan dan pembangunan tidak akan pernah lepas dari yang di sebut komunikasi. Di zaman ketika komunikasi tidak semudah sekarang, manusia memaknai komunikasi adalah sebuah bentuk syukur, seni, budaya dan sesuatu yang dalam.

Dalam sebuah contoh jika sepasang kekasih yang terpisah oleh  jarak dan waktu menyampaikan komunikasi dengan begitu sulit. Jika si pria mengirimkan surat kepada kekasih hatinya, surat itu berisi lebih dari satu penafsiran  karna memaknai komunikasinya dengan teramat dalam. Butuh waktu yang sangat lama si wanita untuk menerima surat dari kekasihnya.

Hal yang menarik yang bisa kita tarik dari hal ini bukan hanya mengenai makna yang mendalam dalam berkomunikasi karna begitu terlampau sulitnya. Tapi ada pertemuan secara fisik yang sangat dihargai.

Namun ketika kita kembali pada era serba instan dan mudah, komunikasi manusia mulai sedikit demi sedikit kehilangan rasa penghargaaanya terhadap pertemuan dengan manusia lainnya. Manusia lebih disibukan dengan alat komunikasinya dengan manusia di belahan bumi lain. Dari pada menghargai manusia yang ada di sekitarnya. Sikap apatis terhadap lingkungannya tumbuh dengan subur. Bahkan mungkin dia tidak pernah mengenal seseorang di dekat rumahnya atau  teman kelasnya.

Gejala seperti ini biasa disebut dengan “Demam Dunia Maya” manusia dapat dengan mudah berbicara apapun, memalsukan identitas diri, memungkinkan terror dengan mudah dan bahkan sampai terjadi penipuan yang merugikan. di era komunikasi instan jiwa manusia menjadi begitu lemah. Sifat yang muncul adalah selalu merasa cermas, aktualisasi diri yang berlebihan, kehilangan rasa percaya diri, tidak ada rasa keberanian, bergesernya nilai, menghilangnya kearifan budaya.



0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net